TANJUNG REDEB, BERAUKITA- Kabupaten Berau merupakan salah satu kabupaten di Kalimantan Timur yang terkenal akan banyaknya keindahan Destinasi wisata yang indah dan memukau di Kalimantan Timur.
Namun sangat disayangkan jarak dan biaya transportasi yang tinggi disinyalir menjadi penghambat kurangnya wisatawan luar dan mancanegara untuk berkunjung.
Menyikapi hal itu, Ketua Komisi II DPRD Berau, Rudi Parasian Mangunsong mengatakan peran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) Berau memang sangat penting untuk kemajuan destinasi wisata berau.
“Pertama kami menyarankan untuk sesering mungkin mengiklankan destinasi wisata kita, kemudian edukasi masyarakat yang bisa menerima wisatawan dan edukasi semua masyarakat bisa terbuka dengan wisata, Insya Allah wisata berau maju,” ucap Rudi.
Akan tetapi lanjut Rudi, masih ada kendala yang sangat serius yaitu perihal tingginya biaya transportasi menuju Kabupaten Berau.
“Kalau tiket dari jakarta ke Berau masih 2 juta lebih dan jakarta-Bali kurang dari sejuta ya nda mungkin orang pilih Berau pasti orang pilih ke Bali dan lombok,” bebernya.
“Artinya murahkan dulu transportasinya, tuhan sudah ciptakan kita memiliki destinasi wisata bagus di Berau, tapi tuhan tidak menciptakan pemerataan ekonomi yang sama untuk semua manusia penikmat wisata,” tambah politisi Partai PDIP tersebut, selasa (25/03/2025).
Menurut Rudi, untuk sampai bandara kalimarau saja biayanya sudah tinggi belum lagi menuju destinasi wisata dan biaya lain sebagainya.
“Artinya sarana dan prasaran pariwisata itu harus benar-benar dikelola dahulu, tuhan sudah menciptakan destinasi yang bagus tapi kita tidak bisa membangun sarpas itu lebih baik, nggak akan mungkin. Ya sarpras itu mulai dari udara, darat dan laut,” pungkas Rudi. (*/rzl).