TANJUNG REDEB, BERAUKITA- Dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia, HUT Berau ke-70 dan HUT Kota Tanjung Redeb ke-213, Pemkab Berau bersama Dinas Pangan Berau gelar Festival Kuliner pangan lokal di halaman kantor Dinas Pangan. Selasa (17/10/2023).
Selain menyediakan pasar murah, festival kuliner ini juga menjual berbagai macam produk UMKM dan hasil pertanian masyarakat, berupa sayur mayur dan beraneka ragam makanan lainnya.

Tak hanya itu, secara simbolis juga bupatij memberikan makanan dan buah-buahan kepada puluhan anak-anak, guna mengedukasi betapa pentingnya pola hidup sehat dengan makanan yang bergizi. Sebagai langkah awal penurunan angka stunting di Kabupaten Berau.
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas menuturkan, atas nama Pemerintah Kabupaten Berau, ia menyambut baik terselenggaranya kegiatan festival kuliner pangan ini. Yang dimana diadakan acara ini dalam rangka edukasi penganekaragaman konsumsi pangan yang sehat dan bergizi bagi masyarakat berbasis sumber daya lokal.

“Kegiatan ini diharapkan dapat mencegah terjadinya kasus stunting maupun penyakit yang berkaitan dengan kelebihan atau kekurangan gizi,” harap Sri Juniarsih.
Di samping itu, kegiatan ini juga merupakan implementasi dari Perpres Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Kebijakan Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan Berbasis Sumber Daya Lokal.
“Untuk itu, saya mengajak kepada kita semuanya, agar meramaikan kegiatan festival ini. Tentu, kita semua mengharapkan, masyarakat Kabupaten Berau sebagai masyarakat yang sehat dan cerdas,” tuturnya.
“Dengan demikian, mari bersama-sama kita optimalkan seluruh potensi pangan lokal yang ada, seperti jagung, sukun, pisang, singkong, dan ubi jalar. Yang mana, ragam pangan ini mengandung berbagai nutrisi yang dibutuhkan tubuh, namun juga mudah ditemukan di sekitar kita,” Sambung orang nomor satu di Bumi Batiwakkal tersebut.
Selanjutnya, secara khusus ia berpesan kepada seluruh perangkat terkait, para pengurus PKK bersama organisasi kewanitaan di berbagai tingkatan, agar dapat memotivasi keluarga dan masyarakat dalam mengonsumsi makanan sesuai Pola Pangan Harapan dan memanfaatkan lahan pekarangan sebagai sumber pangan.
“Karena tidak dapat dimungkiri, sosok wanita adalah sosok yang paling dekat dengan urusan gizi keluarga. Untuk itu, mulailah dari keluarga dan sinergikan program organisasi dengan pemerintah,” kata dia.
Kemudian, bupati juga sangat mengharapkan peran aktif dari para kepala satuan perangkat daerah, para camat dan pihak-pihak yang terkait dengan pengelolaan pangan, agar senantiasa melakukan upaya-upaya maksimal untuk menjamin ketahanan pangan.
“Namun saat ini, sebagian besar komoditas pangan untuk masyarakat Kabupaten Berau masih didatangkan dari daerah lain, seperti kedelai, telur ayam ras, bawang merah, bawang putih, cabai, dan lain-lain. Oleh karena itu, saya mendorong perangkat Dinas Pangan Kabupaten Berau agar dapat bekerja maksimal dan mewujudkan ketahanan pangan dan menyukseskan seluruh agenda-agenda pangan, sebagaimana yang saya sebutkan,” pintanya.
Dirinya berharap besar, Kabupaten Berau akan semakin sejahtera dengan ragam komoditas unggulan, yang bukan hanya akan mencukupi kebutuhan masyarakat Kabupaten Berau, tetapi juga masyarakat Kalimantan Timur.
“Karena sejalan dengan misi meningkatkan ekonomi masyarakat, dengan optimalisasi sektor hilir sumber daya dan pertanian dalam arti luas yang berbasis kerakyatan dengan perluasan lapangan kerja dan pengembangan usaha berbasis pariwisata dan kearifan lokal,” tandasnya. (*/rizal).